INFO

 Singkong Mensejahterakan Petani

Singkong memang sudah akrab dengan masyarakat kita, dia adalah teman seperjuangan dari masa susah pangan hingga era modern saat ini. Memang singkong masih sering dilirik sebelah mata karena masih dianggap bahan pangan yang inferior. Bentuk olahannya terkesan itu-itu saja, kalau tidak digoreng ya direbus sebagai teman penghangat dikala hujan. Singkong memang sering dikaitkan dengan masyarakat kelas bawah yang tidak mampu mengkonsumsi bahan pangan masyarakat pada umumnya yaitu beras. Dia adalah teman senasib para kaum paria maka tak heran muncul istilah anak singkong yang memberikan gambaran konotasi mengenai kemiskinan.  Tapi itu dulu saat ini tanpa masyarakat sadari, singkong sudah jauh bermetamorfosis menjadi beragam produk dengan berbagai manfaat. Saat ini coba lihat di rak F & B toserba, ada beragam makanan ringan berbahan dasar dari singkong. Singkong dapat diolah menjadi keripik dengan berbagai merk bahkan pabrikan asingpun tidak malu memanfaatkannya. Tidak itu saja, banyak pengusaha makanan yang bisa kaya raya berkat singkong. Keripik singkong dari merk Maicih, Bukan si Emak, Keripik karuhun dan Keripik Baladonya Christine Hakim adalah beberapa contoh pelaku usaha yang dapat menjadikan mereka kaya raya berkat singkong. Dan hal ini membuktikan bahwa singkong dapat diangkat pamornya menjadi makanan berkelas atas.

Saat ini tanpa banyak diketahui khalayak umum, pemanfaatan singkong ternyata sangat beragam. Tidak hanya sebagai sumber pangan saja namun dapat diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan manusia yang ramah lingkungan seperti pengganti styrofoam, plastik cepat urai, bahan medis, bahan pangan (mie) hingga sumber bahan bakar alternatif yang renewable. Kini banyak pihak sudah mulai menyadari bahwa singkong ternyata tidak melulu sebagai stigma kemiskinan namun melalui singkong banyak pihak dapat mengambil keuntungan ekonomi dan dapat mengangkat harkat martabat banyak orang termasuk para petani miskin.  Tidak mengherankan banyak lahan yang semula menganggur tidak terurus kemudian berubah fungsi menjadi lahan penanaman singkong. Bahkan banyak investor yang tdak ragu untuk membenamkan investasi dalam kebun singkong. Pembukaan lahan baru kebun singkong tidak hanya dalam hitungan hektar tapi bisa dalam hitungan ribuan hektar dengan menggandeng pemerintah daerah setempat untuk pemberdayaan ekonomi lokal dengan melibatkan ribuan petani. Semua pihak yang terlibat disini percaya bahwa singkong dapat sebagai sumber ekonomi yang luar biasa. Saat ini, berbagai industri antusias mengembangkan berbagai produk berbahan dasar singkong, dari industri pangan hingga wirausahawan bahan bakar biofuel. Industri makanan ringan sangat tergantung kepada pasokan tepung singkong olahan atau modified cassava flour (mocaf) bahkan pasar internasional sangat terbuka membutuhkan banyak permintaan singkong. Negara seperti Korea, Taiwan dan China sangat tergantung kepada tepung tapioka impor dan menjadikan China sebagai negara importir tepung singkong terbesar dunia.
Baik di tingkat hulu hingga hilir Petani pekebun singkongpun ikutan kecipratan rejeki dari kemeriahan ini. Singkong yang dahulu disia-siakan karena harga jualnya murah kini kembali ditekuni petani karena harga jualnya menunjukkan kenaikan. Saat ini petani di Lampung bersuka cita karena harga singkong di kebun sudah meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun kemarin karena kenaikan permintaan tepung tapioka. Biaya tanam singkong juga relatif murah karena tanaman ini tidak membutuhkan perawatan yang njlimet. Dahulu petani asal menanam dan dibiarkan saja tanpa dirawat kemudian ditunggu 9-10 bulan kemudian, singkong tetap dapat dipanen. Namun untuk memaksimalkan hasil panen, tanaman singkong perlu perhatian dan perlakuan secara intensif. Dari sebatang tanaman singkong dapat dipanen 10-15 kilo singkong segar. Dari lahan penanaman seluas 3.500 meter saja dapat dipanen 21 ton atau dapat menghasilkan uang sebesar Rp 25 jutaan per masa panen.
Penanaman singkong sebenarnya dibedakan untuk tujuan produksi pangan atau non pangan. Tujuan produksi ini akan membedakan bibit singkong yang akan digunakan. Bibit singkong non konsumsi pada umumnya memiliki kadar racun sianda (HCN) yang lebih tinggi dibandingkan bibit untuk pangan. Kadar racun ini biasanya ditunjukkan dengan rasa pahit. Untuk menetralisir racun singkong ini biasanya dilakukan perendaman atau fermentasi. Untuk produksi singkong pangan dapat menggunakan bibit tertentu seperti jenis adira dan malang. Singkong untuk bahan pangan ini lebih enak karena mengandung kadar pati yang lebih tinggi dan racun yang lebih rendah. Untuk memaksimalkan hasil produksi, kebun singkong dapat ditumpangsarikan dengan tanaman lain seperti kacang-kacangan,  tomat, jagung atau cabai.
Singkong adalah tanaman sahabat sejati masyarakat nusantara. Singkong menemani masyarakat dari zaman susah pangan hingga era internet saat ini. Singkong dahulu hanya dipandang inferior namun kini mendatangkan potensi ekonomi yang luar biasa. Tidak hanya konsumen dalam negeri saja yang butuh, pasar internasional pun meminta pula. Produk hasil olahan singkong dapat beragam wujud dari produk pangan hingga produk bahan bakar. Dengan segala manfaat yang dikandungnya membawa harapan dari industri hulu hingga hilir termasuk petani berharap dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka. Selamat Wirausaha

 

Singkong Gajah Samarinda Juara III 

di Pentas Internasional

Minggu, 25 Agustus 2013 23:04 WIB

SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Rencana bisnis dari Singkong Gajah (Elephant Casava) yang ditemukan oleh Professor  Ristono di Samarinda meraih Juara III dalam ajang internasional Lee Kuan Yew Global Business Plan Competition yang diadakan oleh Singapore Management University. Untuk Juara I diraih oleh Bangladesh (Healthy Caps) dan Juara II Kanada (Plan Board). Tahap final  menurut Professor Ristono cukup ketat. Bahkan, sebagai pembimbing pun ia tidak diperkenankan bersama dua mahasiswanya selama karantina. "Orang luar tidak bisa masuk, termasuk pembimbing dari negara - negaranya. Mereka dikarantina sejak Senin (19/8/2013) hingga pengumuman," kata Ristono yang mengaku masih berada di Jogya, Minggu (25/8/2013).

"Jadi modelnya, murni menunjukkan dari pemikiran mahasiswa itu. Sistemnya seperti X- Factor, setiap peserta pada penampilan akhir  didampingi oleh tutor, "tambah Ristono. Untuk tim Singkong  Gajah sendiri kata Ristono, didampingi seorang tutor dari negara Malaysia. Berdasarkan wawancara dengan dua mahasiswa, ternyata salah satu kekurangan yang juga menjadi kelebihan adalah terlalu banyaknya paparan bisnis dari Singkong Gajah tersebut.

"Kalau yang lain hanya 1 produk sementara kita 4 produk. Makanya saya bilang, seharusnya ini nomor satu. Kita sudah 4 mereka masih 1," canda Ristono.

Kedepannya menurut Ristono, ia akan bertemu dengan tim di Jogya untuk membicarakan realisasi rencana bisnis dari Singkong Gajah baik itu untuk skala nasional dan internasional. Dan juga untuk melihat tanggapan pemerintah terkait prestasi tingkat internasional tersebut. Saat ini menurutnya, minat masyarakat Eropa untuk Singkong Gajah sudah cukup besar. Bahkan, Kanada  sudah memesan 1 ton untuk menjadi contoh (sampling).

"Jadi saya tekankan (kepada tim) ini baru start bukan akhir. Yang penting mereka sudah punya rencana bisnis dan sudah diuji secara internasional," kata Ristono.

Untuk diketahui, kompetisi Lee Kuan Yew Global Business Plan Competition ini sendiri bertujuan mencari ide - ide baru yang dapat menggugah dunia.  Dan perlu diketahui, untuk masuk tahap semifinal ini grup Singkong Gajah harus menyisihkan ratusan ide - ide bisnis lainnya yang berasal dari 75 institusi dan universitas di seluruh dunia. Namun para finalis haru melalui tahap final sebelum akhirnya dipertemukan oleh Angel Investor dengan perusahaan agricultur raksasa "Wilmar" selaku sponsor tunggal kompetisi yang kemungkinan besar akan memberikan investasi penuh bagi pemenang kompetisi. Adalah Arbiyan Christianto dan Aryo Andityo, dua mahasiswa dari Universitas Gajah Mada yang meminjam produk Singkong Gajah untuk diperkenalkan kepada komunitas internasional. Dalam kompetisi, tim memperkenalkan Singkong Gajah dengan pendekatan korporasi. Dijelaskan dalam rencana bisnis bahwa Singkong Gajah adalah tanaman multyfungsi yang mampu mencapai break event point (titik impas) dalam jangka waktu sangat singkat. Perusahaan yang dibentuk juga akan berdasarkan konsep social corporation dan eco friendly business dimana realisasinya akan memberdayakan petani tradisional dan masyarakat desa dalam memproses Singkong Gajah menjadi produk - produk seperti tepung mocaf, biobriket, flavonoid, dan baglogs tanpa menyisakan limbah sama sekali. Singkong Gajah menurut Ristiono dapat menjawab sedikitnya 4 masalah terbesar yang di hadapi dunia saat ini. Untuk pangan, Singkong Gajah diolah sedemikian rupa menjadi tepung mocaf yang sangat layak untuk menggantikan tepung gandum yang ada selama ini. Untuk energi, tepung kanji dapat digunakan sebagai perekat dalam pembuatan briket batu bara (biobriket). Dan untuk kesehatan, kandungan flanovoid di Singkong Gajah juga dapat menyembuhkan penyakit kanker. Bahkan sisa dari proses produksi ini dapat digunakan sebagai media tanam (baglogs) sehingga  nyaris tanpa limbah.

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Tias
Sumber: Tribun Kaltim



AISKI: Genjot Produksi Singkong, Kurangi Impor Gandum
Selasa, 29 Januari 2013 | 15:53
Petani memanen singkong [seruu] Petani memanen singkong [seruu]
















[JAKARTA]  Pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) menyambut baik tawaran kerja sama Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) untuk menggenjot produksi singkong demi mengurangi ketergantungan pada impor gandum.     

Ketua Umum Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI), Efli Ramli Elfi, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/1), mengatakan, dengan serbuk sabut kelapa, lahan seluas 1 hektar bisa menghasilkan singkong sebanyak 500 hingga 800 ton.     

"AISKI siap dukung mendukung. Apalagi, ujicoba penanaman singkong di lahan tandus dengan aplikasi serbuk sabut kelapa menunjukkan hasil yang fantastis," ujar Efli Ramli Elfi.

Selain dapat meningkatkan produktivitas lahan, kata dia, penggunaan aplikasi serbuk sabut kelapa pada tanaman singkong juga memudahkan proses panen karena tanah yang mengikat batang singkong dan umbi selalu dalam kondisi gembur dan lembab. "Ini kabar gembira bagi petani singkong Indonesia," jelas dia.

Untuk menindaklanjuti hasil temuannya itu, sambung Efli, AISKI sedang menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah yang memiliki lahan tandus dan sulit melakukan budidaya tanaman singkong.

Saat ini, AISKI sedang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Pulau Bintan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan lahannya, AISKI menyiapkan bibit, serbuk sabut kelapa, tenaga ahli dan teknologinya, jelas dia.

Ketua Umum MSI, Suharyo Husen, mengapresiasi inovasi AISKI yang berhasil meningkatkan produktivitas tanaman singkong dengan aplikasi serbuk sabut kelapa.

Suharyo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Industri Derivatif Pertanian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ini, mengatakan acara temu pakar yang rencananya digelar di Tapos, Ciawi, Bogor, Jawa Barat tersebut, akan dihadiri sekitar 60 pakar singkong dan ahli pertanian Indonesia. 

"Sekitar 60 pakar telah diundang untuk bicara tentang produktivitas, tapioka, mocaf (modified cassava flour) dan pemasaran. MSI siap bekerja sama dengan AISKI untuk mensejahterakan petani kelapa dan petani singkong Indonesia," kata Suharyo.

Serbuk sabut kelapa yang memiliki kandungan trichoderma molds, sejenis enzim dari jamur dapat mengurangi penyakit dalam tanah, menjaga tanah tetap gembur, subur dan memudahkan umbi pada tanaman singkong tumbuh dengan cepat, besar dan panjang.

Selain itu, ia juga memiliki pori-pori yang memudahkan terjadinya pertukaran udara, dan masuknya sinar matahari. Di dalam serbuk sabut kelapa juga terkandung unsur-unsur hara dari alam yang sangat dibutuhkan tanaman, berupa kalsium (Ca), magnesium (Mg), natrium (Na), nitrogen (N), fospor (P), dan kalium (K). [E-8] 











2nd Starch World 2013 21-23 Jan, 2013 - Ho Chi Minh CityM√∂venpick Hotel Saigon 

Starch World, in its second conference is going to discuss about Global Starch Outlook & Competitiveness of Cassava Feedstock in new applications. This conference is going to be held for a period of three days and the place is Ho Chi Minh City, Movenpick Hotel Saigon. There is various cassava producers such as Vietnam and Thailand are gaining worldwide import interests, with cassava chips seeing increasingly exciting trades and it is going to be discussed in this conference. 

Starch World is going to discuss about key features which are exploitation of new starches, and development and implementation of new agronomic practices. It is going to discuss about in depth report on Global Starch Market and Feedstocks Scenario.


IMG_0234IMG_0236IMG_0238
IMG_0468IMG_0516
IMG_0622IMG_0504


Bibit Singkong Gajah





Rencana Kerjasama dengan Darul Qur'an




Penandatanganan Kerjasama antara indonesia dan cina


Tribun Kaltim, 29 Desember 2012

Kamis, 29 November 2012


Masyarakat Singkong Indonesia Bermitra dengan Bank Mandiri

Bogor, MSI-News.  Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) kini telah memiliki kebun bibit unggul singkong Manggu dan Darul Hidayah di Gunung Putri, Bogor dengan mendapat bantuan dari Bank Mandiri.  Acara penanaman bibit dikebun percontohan MSI  ini dilaksanakan Rabu 28/11 2012 demikian disampaikan oleh ketua panitia Yoyok Wastoyo.

ketua panitia Yoyok Wastoyo.


Acara ini di awali dengan penancapan bibit singkong Manggu jenis unggul (cassava seeds)  oleh Ketua Masyarakat Singkong Indonesia Suharyo Husen serta pewakilan dari Bank Mandiri Pusat, kemudian dilanjutkan dengan penanaman oleh ketua panitia Yoyok Wastoyo dan anggota Masyarakat Singkong Indonesia bersama-sama staf Bank Mandiri Pusat lainnya.   

Penaaman bibit singkong Manggu (cassaa seeds)  oleh  Suharyo Husen

Sistem pengolahan lahan kebun bibit ini diharapkan dapat dijadikan sebagai percontohan  atau model oleh Masyarakat Singkong Indonesia diseluruh Indonesia. Dan untuk melaksanakan 'Gerakan Nasional  Singkong Sejahtera Bersama ( Gernas SSB)' sangat dibutuhkan dukungan pengusaha dan bantuan perbankan, khususnya Bank Mandiri serta pemerintah Indonesia..  Jangan sampai pengusaha-pengusaha dan investor asing yang menjadi sejahtera karena menanam singkong secara besar-besaran di Indonesia.

Masyarakat Singkong Indonesia dan Bank Mandiri

Dalam sambutan nya pada acara tersebut, Suharyo Husen menyampaikan Visi Misi MSI serta menjelaskan tentang program Gerakan Nasional Singkong Sejahtera Bersama (Gernas SSB).  Suharyo menjelaskan Gernas SSB dilaksanakan dengan Pembangunan Klaster Industri Agro Singkong Terpadu diseluruh Kabupaten termasuk daerah tertinggal.

Ketua Masyarakat Singkong Indonesia H. Suharyo Husen, BSc,SE,MBA

Suharyo menjelaskan  pembangunan klaster industri agro singkong terpadu , ditujukan untuk memberikan Nilai Tambah kepada petani . Produk yang dihasilkan oleh petani adalah Chips Singkong yang bisa disimpan 6 bulan (Kekeringan 12%-13%) , bahkan bisa berbentuk tepung atau mocaf ( modified cassava flour ) yang dapat disimpan sampai 1 tahun.. Tujuan akhirnya adalah mensejahterakan semua pemangku kepentingan singkong dalam lingkup klaster.



Target yang ingin dicapai oleh masing-masing klaster adalah : “ Pendapatan Petani peserta Klaster mencapai antara Rp 5 juta - Rp 15 juta/bulan “. Petani hanya memproduksi dan menjual chips singkong kepada pabrik pembuat mocaf atau memproduksi mocaf..

(cassava seeds)

Pelaksanaan Klaster Pada Tingkat Petani- Setiap petani menanam singkong Darul Hidayah/Manggu, 10 bulan dengan luas 2.500m2/bulan, sehingga setiap bulan akan panen dan mengolahnya secara berkelompok untuk memproduksi chips atau tepung.  (Rhp/MSI)

Masyarakat Singkong Indonesia 2012.















     PEMBANGUNAN KLASTER INDUSTRI AGRO SINGKONG TERPADU



1. Asumsi

Lahan tersedia (PP No.11 Th.2010 Penertiban dan Pemanfaatan Lahan Tidur (BPN : 7,3 Juta Ha)/lahan milik petani; Pelaku : Petani, Buruh Tani, Pemuda/Pemudi Tani; Bibit Unggul : Darul Hidayah (100 Ton/Ha); dan Manggu (100 Ton/Ha); Ukuran bibit : 20 Cm/batang; Harga Bibit Rp 300/bt prangko MSI; 1 klaster min.: 300 Ha; 1 KK petani : 2,5 Ha; 1 Klaster : 120 KK petani; 1 KK petani : 4 orang (ayah,ibu 2 anak ); Jumlah tanaman : 10.000 tanaman/Ha; Produksi : 100 Ton/Ha ; Rendemen : 3 Kg singkong = 1 Kg Chips kering 12-13% tebal 3 mm; Rendemen : 1 Kg Chips = 0,8 Kg Tepung/mocaf; Indofood Sukses Makmur, suatu perusahaan besar akan membeli mocaf yang diproduksi anggota MSI sesuai standar yang dipersyaratkan oleh Indofood, sekitar 1 juta ton Mocaf pertahun atau 20 % dari impor gandum pertahun ( sudah ada MOU antara MSI dengan Indofood ).

2. Tujuan

Melalui pembangunan klaster industri agro singkong terpadu , ditujukan untuk memberikan Nilai Tambah kepada petani . Produk yang dihasilkan oleh petani adalah Chips Singkong yang bisa disimpan 6 bulan (Kekeringan 12%-13%) , bahkan bisa berbentuk tepung atau mocaf ( modified cassava flour ) yang dapat disimpan sampai 1 tahun.. Tujuan akhirnya adalah mensejahterakan semua pemangku kepentingan singkong dalam lingkup klaster.

3. Target

Target yang ingin dicapai oleh masing-masing klaster adalah : “ Pendapatan Petani peserta Klaster mencapai antara Rp 5 juta – Rp 15 juta/bulan “. Petani hanya memproduksi dan menjual chips singkong kepada pabrik pembuat mocaf atau memproduksi mocaf untuk dapat mensuply mokaf kepada Indofood ( 1 Juta ton Mocaf/ Tahun , untuk dicampur dengan tepung terigu ).

4. Pelaksanaan Klaster Pada Tingkat Petani

Setiap petani menanam singkong Darul Hidayah/Manggu, 10 bulan dengan luas 2.500m2/bulan, sehingga setiap bulan akan panen dan mengolahnya secara berkelompok untuk memproduksi chips atau tepung.
Setiap 20 petani dikelompokan menjadi 1 kelompok sehingga dalam satu klaster seluas 300 ha dengan 120 Petani akan terdapat 6 kelompok petani peserta klaster. Setiap kelompok dilengkapi dengan 1 Slicer/Pemotong dan 1 Dryer/ Pengering. 1(satu) Hektar lahan dapat menghasilkan 100 ton singkong basah dan berdasarkan rendemen yang berlaku, dari jumlah singkong tersebut akan dapat diproduksi sekitar 32 Ton Chips. Biaya 1 ha untuk menghasilkan 32 ton chips diperhitungkan Rp 24 Juta, sehingga biaya produksi 8 ton chips dari 2.500 m2 lahan yaitu Rp 6 Juta .
Pada Bulan Ke 11 Setiap kelompok akan menghasilkan singkong : 20 petani x0,25 ha x100 ton/ha = 500 ton singkong = 160 ton chips atau setiap petani memproduksi 8 ton chips Apabila harga chips Rp 2.000/Kg maka setiap petani akan menerima Rp 16 Juta dan pendapatan bersihnya menjadi Rp 16 juta – Rp 6 Juta = Rp 10 Juta/bulan. Apa bila biaya hidup petani Rp 2 juta/bulan/KK maka penghasilan bersih petani Rp 10 Juta – Rp 2 Juta = Rp 8 Juta /bulan.

5. Perhitungan Biaya 1 Ha Untuk Memproduksi 32 Ton Chips

Sewa lahan 1 Ha Rp 2 Juta/tahun , biaya pengolahan lahan Rp 3 Juta/Ha; Biaya bibit : diperlukan 10.000 bibit perhektar dengan harga bibit Rp 500/bibit termasuk transportasi, total Rp 5 Juta perhektar. Biaya pupuk : diperlukan 10 ton pupuk organic perhektar. dengan harga Rp 600/kg total Rp 6 juta perhektar, serta obat pertanian 1 kg perhektar dengan harga Rp 400.000/kg.
Alat pembuat chips (Slicer), 1 unit Rp 20 juta untuk 20 orang maka untuk 120 orang ( 1 klaster 300 Ha ) diperlukan 6 unit slicer x Rp 20 juta = Rp 120 juta / 300 ha. Jadi untuk 1 ha biaya alatnya sekitar Rp 400.000/Ha. Alat pengering (Dryer), 1 unit Rp 200 juta untuk 20 orang maka untuk 120 orang diperlukan 6 dryer x Rp 200 juta = Rp 1,2 Milyar / 300 ha. Jadi untuk 1 ha = Rp 4 Juta, d
an alat pembersih singkong setelah dikupas Rp 100.000 perunit untuk 2500 m2 maka dalam 1 hektar diperlukan 4 unit dengan biaya Rp 400.000,00/Ha. Biaya enzim untuk 32 ton chips kering/Ha = Rp 2.800.000,00.
Maka total biaya produksi 32Ton Chips kering hasil dari 1 hektar lahan dengan biaya Rp 24.000.000/Ha.

6. Pelaksanaan Klaster Pada Tingkat Industri Tepung Mocaf

Pabrik pengolahan tepung mocaf berkafasitas 40 ton mocaf/hari akan membeli chips dari 6 kelompok tani/1 Klaster sebanyak 6 x 160 ton chips/Kelompok tani , total 960 ton chips/bulan @ Rp 2.300,00/Kg = Rp 2.208.000.000 atau Rp 2,208 M
Biaya pengolahan mocaf @ Rp 400/Kg maka untuk pengolahan 960 ton chips untuk dijadikan mocaf = 960 ton x 0,8 x 400 = Rp 307.200.000,00. Maka biaya beli chips dan produksi mocaf 768 ton mocaf ( 960 ton chips x 0,8 mocaf ) adalah Rp 2,208 M + Rp 307.200.000 = Rp 2.515.200.000,- Apabila biaya pemasaran Rp 100/Kg atau 768 ton x Rp 100/Kg = Rp 76,8 Juta, maka harga pokok penjualan Rp 2.592.000.000.
Apabila Indofood membeli mocaf dengan harga Rp 3.500/Kg maka akan diterima : 768 ton x Rp 3.500 = Rp 2.688.000.000,00 . Keuntungan pabrik sebelum pajak Rp2.688.000.000 – Rp 2.592.000.000 = Rp 96.000.000/bulan atau Rp1.152.000.000/tahun

7. Sumber Pembiayaan Klaster Industri Agro Singkong Terpadu

Untuk membiayai pembangunan Klaster Industri Agro singkong terpadu , dapat diperoleh dari perbankan dengan penjaminan dari petani secara berkelompok didalam koperasi, dari Perum Jamkdindo dan PT Askrindo; lembaga keuangan non bank, , lembaga keuangan non ; program khusus pemerintah ; biaya sendiri dan investor (Kemitraan/Usaha Patungan); atau sepenuhnya Insvestor dalam negeri dan luar negeri(Perorangan/ Lembaga ) .
Catatan : Biaya 1 klaster 300 Ha untuk menghasilkan 7.680 Ton Mocaf (25,6 Ton Mocaf/Ha), diperkirakan Rp 12 Milyar.

8. Manfaat Klaster

  1. Proyek pembangunan industri agro singkong terpadu terorganisir dan terukur;
  2. Nilai Tukar Petani relatip tinggi dan stabil;
  3. Petani dan pengusaha (pemilik pabrik) berkedudukan sama;
  4. Dengan adanya klaster maka suply produk ke pabrik dan ke pembeli akhir (Misalnya Indofood ) terjamin kontinu dan kwalitas terkontrol

9. Keuntungan bagi Petani

  1. Petani mendapat nilai tambah yang konkrit dengan penghasilan antara Rp 5 Juta – Rp 15 Juta/Bulan
  2. Pasar bagi produk yang dihasilkan (chips) terjamin
  3. Pengetahuaan dan keterampilan dalam mengeloh singkong menjadi chisps meningkat
  4. Kehidupan petani membaik, semakin sejahtera

10. Keuntungan Pabrik Mocaf

  1. Biaya Produksi mocaf dapat ditekan karena hanya menepung chips dan mengepak mocaf
  2. Terjaminnya pasokan bahan baku chips singkong secara teratur setiap bulan.
  3. Pasar Mocaf yang dihasil terjamin karena telah di tetapkan pembelinya melalui mekanisme MSI (MoU antara MSI dengan Calon pembeli/Indofood)
  4. Keuntungan pabrik mocaf terjamin dan terukur setiap bulannya (Sekitar Rp 96 Juta/Bulan)

11. Keuntungan Masyarakat

  1. Masyarakat Umum :
    • Konsumen diuntungkan yaitu semakin tersediannya pangan yang diperlukan
    • Pedagang terkait / Exportir terkait diuntungkan karena tersedianya produk berbasis singkong seperti chips, mocaf, taipoka dsb.. Yang dapat diperdagangkan termasuk diexport (memberikan pendapatan kepada para pedagang dan para exportir terkait
    • Anggota DPR/DPD/DPRD secara tidak langsung menerima keuntungan yaitu dapat memakmurkan masyarakat yang diwakilinya didaerah pemilihan masing-masing
    • Kelompok Peneliti/pendidik/Pengamat/LSM secara tidak lamgsung juga akan mendapat manfaat dan keuuntungan sesuai bidang masing-masing terkait dengan bidang persingkongan
  2. Perbankan dan Investor:
    • Secara langsung akan mendapat keuntungan berupa : Bunga Bank dan keuntungan usaha

12. Keuntungan Pemerintah dan Pemerintah Daerah

  1. Pemerintah: Tujuan pembangunan nasional meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani tercapai, terbuka lapangan kerja di perdesaan (terutama menyerap tenaga buruh tani dan pemuda/pemudi tani), jumlah orang miskin di perdesaan menurun, Kriminalitas di perdesaan menurun, disversifikasi pangan nasional akan tercapai
  2. Pemerintah Daerah: Petani dan keluarganya sejahtera, masyarakat desa sejahtera, ketahanan daerah tersebut semakin kuat, diversifikasi pangan didaerah tersebut dapat dilaksanakan, PAD dan PBB serta pendapatan lain semakin meningkat, kriminalista di pedesaan menurun, pengangguran dan kemiskina di perdesaan menurun




GERAKAN NASIONAL SINGKONG SEJAHTERA BERSAMA DI SELURUH INDONESIA
(Termasuk di Seluruh Kabupaten Daerah Tertinggal)


1.  Apa itu Singkong

Singkong adalah tanaman semusim, tanaman berumbi dengan umbi memanjang , besar dan kecil. Umbi singkong ini mengandung pati yang bervariasi tergantung varietasnya. Ada varietas yang mengandung pati tinggi seperti varietas Darul Hidayah dan Manggu, dan ada pula yang mengandung pati rendah terutama yang mengandung HCN tinggi yaitu varietas singkong yang pada umumnya diperuntukan pembuatan bioethanol ( bahan bakar nabati).
Daun si ngkong pada umumnya berjari dari 5 helai sampai 9 helai ( varietas Darul Hidayah ) dan daun singkongmengandung protein sangat tinggi.
Batang singkong pada umumnya beruas dan tingginya bisa mencapai 6-7 meter. Batang singkong inilah yang pada umumnya dipakai sebagai bibit. Tanaman singkong dapat tumbuh dengan mudah disegala macam tanah.

2.  Mengapa Singkong?

Karena singkong memiliki kegunaan atau manfaat yang multiguna/multi manfaat seperti : pangan, pakan, energi. Farmasi, plastikl, kertas dsb. Pada umumnya mudah dibudidayakan dan terdapat diseluruh Indonesia. Dikenal luas oleh penduduk Indonesia. Singkong dapat memberikan pendapatan atau tambahan pendapatan kepada petani.
Singkong adalah komoditas sangat penting didunia , karena banyak yang menjadikannya sebagai makanan pokok ( di Afrika ), terutama disaat kondisi kesulitan pangan. Singkong dapat diolah menjadi pangan pengganti nasi ( tiwul ).
Dalam rangka diversifikasi pangan nasional , salah satu komoditas lokal yang sangat mudah didapat dan mudah dibuat pangan pengganti beras adalah singkong. Dengan mengelola komoditas singkong secara baik dan profesional, akan sangat mudah memproduksi pangan secara masal yang berasal dari komoditas non beras. Hal ini akan semakin mudah lagi karena singkong tersebar keseluruh tanah air dan dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

3. Di mana Terdapat Singkong?

Singkong dengan mudah diperoleh diseluruh perdesaan Indonesia yang penyebarannya sangat luas , mulai dari Aceh yang paling barat sampai Papua yang paling timur. Apabila kita masuk kedaerah perdesaan di Indonesia selalu kita dengan mudah mendapatkan tanaman singkong. Singkong sudah memasyarakat.
Singkong dapat tumbuh disemua jenis tanah di Indonesia. Boleh dibilang singkong ini adalah tanaman “ bandel “, karena tanpa dikehendaki ditanampun, atau dilemparpun singkong akan tumbuh. Tanaman singkong merupakan jenis tanamansemusim yang tahan terhadap kekeringan, meskipun hasil umbinya dimusim kering relatif kecil, tidak seperti dimusim penghujan, maka singkong tetap “ survive “. Sunggung merupakan anugerah yang luar biasa dari Tuhan Yang Maha Esa.
Singkong dengan mudah didpatkan didaerah pegunungan dan pula didaerah dataran rendah. Singkong memang merupakan tanaman rakyat yang dengan mudah didapatkan dimana saja.
Bahkan diperkotaan sekalipun singkong mudah ditemukan, baik dalam bentuk tanaman, singkong segar, singkong olahan seperti kripik singkong, kueh berbahan singkong : ketimus, comro, misro, goreng singkong, rebus singkong, getuk dan bahkan sudah banyak kue mahal seperti brisis berbahan baku singkong.

4. Manfaat Singkong

Singkong banyak manfaatnya yaitu untuk bahan pangan pokok , seperti nasi dari singkong ( tiwul ); pangan kudapan (snack) , seperti kripik, berbagai macam kuah basah dan kue kering berbahan baku singkong. Bahkan banyak yang dikonsumsi langsung tanpa pengolahan, seperti goreng singkong dan rebus singkong. Dari pengalam negara yang mengalami peperangan, dimasa sulit, maka singkong banyak dijadikan makanan pokok penduduk, misalnya dimasa penjajahan Jepang, banyak rakyat Indonesia makanan pokoknya adalah singkong.
Singkong merupakan pakan ternak yang pokok, baik merupakan pakan hijau ternak ( daun singkong mengandung protein sangat tinggi ) maupun sebagai bahan pembuat konsentrat berbahan baku singkong.
Akhir-akhir ini, singkong banyak diburu oleh para pengusaha bioethanol, karena komoditi singkong ini adalah salah satu sumber bahan baku pembuatan bahan bakar nabati ( biofuel ) yaitu untuk membuat bioethanol. Mulai dari usaha perorangan yang hanya untuk dipakai sendiri dan dijual sampai perusahaan besar seperti Medco, Sungai Budi Group, dan banyak lagi yang tergabung kedalam APROBI ( Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia ) , semua berlomba berburu singkong untuk keperluan memproduksi bioethanol. Banyka negara dudunia juga memerlukan singkong terutama untuk memproduksi bioethanol, seperti China, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat dan Eropa. Umumnya yang mereka minta dalam bentuk : Chips/saut singkong, Gaplek, dan tepung singkong .
Starch tapioka yang berbahan baku singkong banyak diperlukan oleh pabrik kertas untuk pencampuran dengan bubur kertas untuk memproduksi berbagai macam kertas. Sampai hari ini hampir semua pabrik kertas di Indonesia masih mengimpor starch tapioka dari luar negeri dan umumnya dari Thailand. Impor starch tersebut setiap tahunnya hampir 1 (satu) juta ton. Ini peluang besar bagi para pengusaha dan petani Indonesia untuk dapat membuat starch dari bahan baku singkong yang mudah tumbuh di Indonesia. Ini salah satu tantangan dan peluang bagi Masyarakat Singkong Indonesai (MSI), yaitu satu-satunya organisasi kemasyarakatan yang khusus menangani persingkongan di Indonesia, mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan sampai pemasaran.
Pada saat krisis bahan bakar , harga minyak bumi mahal, ditambah lagi banyaknya faktor negatif dari penggunaan plastik berbahan baku minyak fosil, maka banyak negara sedang giat meneliti dan mulai memproduksi plastik organik yaitu degridable plastic dengan bahan baku mulai dari kentang, jagung, tebu, bijia-bijian danumbi-umbian seperti singkong.
Tidak sedikit pula singkong dijadikan bahan lingkup farmasi untuk memprodusi bahan campuran obat, bahan obat, dsb. Memang singkong banyak sekali manfaatnya terutama bagi kehidupan manusia dan ternak.
Meskipun hasilnya relatif kecil tapi para petani tetap menanam singkong baik dihalam sekitar rumahnya maupun dilahan pertaniannya yang kadang-kadang cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Hal biasanya dilakukan turun menurun didalam sati keluarga petani











1 comment:

  1. saya andry bang dari mahasiswa fakultas kehutanan unmul samarinda yang sedang merintis usaha sinkong gaja dengan modal awal yg saya miliki....cuman saya bingung bang untuk pemasaran nya.....munkin klw abang ada kenalan untuk penjualan sinkong bang.....mkn kami mahasiswa f kehutanan unmul mkn akan semangat untuk membuka lahan yang lebih luas lagi bang. mohon infonya bang

    085246135015

    ReplyDelete