NASIONAL


Sabtu, 15 Desember 2012

IMPOR SINGKONG PELUANG EMAS BAGI MSI DAN INDONESIA

IMPOR SINGKONG PELUANG MOTIVASI MASYARAKAT SINGKONG INDONESIA (MSI) DAN PEMERINTAH INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING SINGKONG INDONESIA: KUALITAS DAN KUANTITAS.

Oleh: H. SUHARYO HUSEN, BSC, SE, MBA. 
 Ketua  Umum MSI NASIONAL


I. LATAR BELAKANG
1. INDONESIA IMPORTIR SINGKONG TERBESAR
Kamis 13 Desember 2012. Metrotvnews.com, Jakarta, memberitakan selama bertahun-tahun Indonesia menjadi importir singkong terbesar dibandingkan negara-negara lain. Hal tersebut disampaikan pengamat pertanian Bustanul Arifin.

Menurut data yang dirilis oleh Thai Tapioka Trade Organization (TTTO), Indonesia mengimpor singkong dari Thailand sebesar dua juta ton. Menurut Bustanul, itu membuktikan kurangnya peran pemerintah untuk mengawasi sektor pertanian, dalam meningkatkan produksi pangan dalam negeri.  Padahal, sebenarnya Indonesia mampu memproduksi singkong 28 juta ton. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Thailand yang hanya memproduksi 26 juta ton.

Akan tetapi, menurut Bustanul, penyebab impor adalah besarnya kebutuhan sektor industri yang menggunakan bahan baku singkong. Pemerintah, kata Bustanul, harus segera mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi pangan dalam negeri. Selama ini singkong hanya dihargai rendah. Pada saat panen, harga jatuh. Ini membuat para petani tidak bergairah menanam singkong.(DNI)


2. PERKEMBANGAN SINGKONG DI INDONESIA
2.1 Menurut Data BPS luas area tanaman singkong tahun 2011 tercatat 1,2 juta Ha dengan produksi 23 juta ton singkong segar setara dengan 8 juta ton chips singkong atau 6,4 juta ton tepung singkong.

2.2 Industri kecil, menengah, dan besar berbahan baku singkong terus tumbuh sampai mereka kesulitan bahan baku sudah berjalan cukup lama, terutama di Lampung dan Jawa Barat;

2.3 Singkong sebagai bahan pangan pokok alternatif mendukung diversifikasi pangan nasional telah masuk ke jajaran Kadin Indonesia, menjadi salah satu komoditas strategis pangan nasional.

2.4 Mulai 28 Febuari 2010 telah berdiri Masyarakat Singkong Indonesai (MSI) dengan Visi Singkong Sejahtera Bersama , dengan Misi Mensejahterakan petani.

2.5 Tanggal 28 Februari 2011 pada HUT MSI I di Pondok Ratna Farm Ciawi Bogor, Menteri Pertanian RI bersama Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) telah mencanangkan program : “PENGEMBANGAN KLASTER AGROINDUSTRI SINGKONG TERPADU”

2.6 Tanggal 28 Febuari 2012 di Pandeglang, Banten dalam rangka hut MSI ke-2, Menteri Perindustrian RI dan Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) telah mencanangkan : “GERAKAN NASIONAL SINGKONG SEJAHTER BERSAMA (GERNAS SSB) 2012-2016“. 

2.7 Sampai Desember 2012 telah terbentuk 25 MSI Provinsi dan 75 MSI Kabupaten/Kota yang siap melaksanakan Gernas SSB 2012-2016.

2.8 Dewan Pimpinan MSI Nasional telah mengirim surat kepada Menko Perekonomian RI dan Ketua Komisi IV DPR RI untuk :
2.8.1. Menetapkan singkong sebagai komoditas strategis pangan utama setingkat dengan padi, jagung dan kedelai
2.8.2. Tepung singkong dibebaskan dari pengenaan PPN 10% atau PPN 10% ditanggung oleh pemerintah
2.8.3. Dukungan kepada Menteri BUMN untuk mengucurkan CSR dari BUMN untuk mendukung pelaksanaan GERNAS SSB 2013-2016 untuk memproduksi tepung singkong sebanyak :
a. Tahun 2013 memproduksi 1,2 juta ton tepung singkong
b. Tahun 2014 memproduksi 2,4 juta ton tepung singkong
c. Tahun 2015 memproduksi 4,8 juta ton tepung singkong
d. Tahun 2016 memproduksi 9,6 juta ton tepung singkong

2.9 Dewan Pimpinan Nasional MSI telah mengirim surat dan program GERNAS SSB 2013-2016 kepada menteri BUMN RI untuk mohon dukungan dana CSR dari BUMN untuk pelaksanaan GERNAS SSB 2013-2016.

2.10 Berdasarkan dukungan dana CSR dari BUMN tersebut pada butir 2.9. dan perkiraan hasil pelaksanaan GERNAS SSB 2013-2016 seperti pada butir 2.8. tersebut diatas, mulai tahun 2013-2016 Indonesia akan dapat mengurangi import gandum sekitar 20-40%. Maka akan terjadi penghematan devisa negara.

2.11 Dengan adanya import singkong yang semakin meningkat sampai mencapai sekitar 2 juta ton tahun 2012, merupakan peluang emas bagi MSI dan Pemerintah Indonesia untuk memotivasi peningkatan produksi tepung berbahan baku singkong (Tapioca Starch, Cassava Flour dan Mocaf) melalui pelaksanaan program GERNAS SSB 2013-2016 diseluruh Indonesia.

2.12 Dengan berhasilnya pelaksanaan GERNAS SSB 2013-2016 diharapkan mulai tahun 2013-2016 dan seterusnya Indonesia akan menjadi exportir tepung singkong terbesar (Tapioca Starch, Cassava Flour dan Mocaf). Singkong akan menjadi pemasuk devisa bagi negara.


II. SINGKONG DAN TEPUNG SINGKONG



III. GERAKAN NASIONAL SINGKONG SEJAHTERA BERSAMA (GERNAS SSB)

1. Untuk mencapai Singkong Sejahtera Bersama (SSB), maka Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) telah meluncurkan kegiatan Proyek : “ PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI AGRO SINGKONG TERPADU “.

2. Melalui Pengembangan Klaster ini, para petani peserta Klaster dilatih mengolah singkong untuk menghasilkan produk setengah jadi ( chips, gaplek, tepung singkong , mocaf, tapioka dsb) sebagai bahan baku industri lanjutan atau industri derivatif, sehingga petani hanya menjual barang-barang setengah jadi tersebut

3. Ditargetkan tahun 2016 petani singkong di Indonesia tidak menjual singkong segar lagi dan tidak lagi mempermasalahkan “ harga singkong rendah “, tapi yang menjadi acuan petani “ harga chips singkong kering. 

4. Berdasarkan program Klaster tersebut, maka Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) mulai tahun 2012 meluncurkan : “ GERAKAN NASIONAL SINGKONG SEJAHTERA BERSAMA ATAU GERNAS SSB “ , Phase I , 5 Tahun , mulai tahun 2012 -2016,dengan target :

4.1 Th. 2012 (Februari) : Sosialisasi GERNAS SSB keseluruh Kab/Kota yang telah ada MSI-nya (16 Propinsi dan 50 Kabupaten).

4.2 Tahun 2013 : Pelaksanaan Pilot Proyek di 50 Kabupaten/Kota sebanyak 150 Klaster atau 3 klaster per Kabupaten/Kota, yaitu masing-masing , 1 klaster Petani, 1 klaster buruh tani dan 1 klaster pemuda/pemudi tani . Total biaya 150 klaster a’Rp 20 Milyar/klaster = Rp 3 Triliyun ( CSR BUMN) dengan melibatkan 18.000 KK petani atau 72.000 orang ( 1 KK = 4 orang, bapak, ibu dan 2 anak ). 150x300 Hax100 T=4,5 juta ton singkong segar= 1,5 juta chips singkong = 1,2 juta ton Tepung Singkong

4.3 Tahun 2014 : Pelaksanaan Proyek 300 klaster (ada penambahan 150 klaster dengan biaya tambahan Rp 3 Triliyun ( CSR BUMN phase ke-2 ) di 50 Kabupaten/kota di 16 propinsi, melibatkan 36.000 KK petani atau 144.000 orang. Produksi : 300x300Hax100 Ton = 9 juta ton singkong = 3 juta ton chips Singkong = 2,4 juta ton setara tepung singkong.

4.4 Tahun 2015 : Perluasan MSI ke 17 Propinsi lainnya, sehingga menjadi 33 propinsi, dengan pelaksanaan proyek 600 Klaster , biaya dari pengembanlian CSR pase-1 , dengan melibatkan 72.000 KK petani atau 288.000 orang diseluruh Kabupaten/Kota yang telah ada MSI-nya di 33 Provinsi. Produksi : 600x300x100ton=18 juta ton singkong= 6 juta ton chips = 4,8 ton setara tepung singkong.

4.5 Tahun 2016 : Diteruskan melaksanakan 1.200 Klaster a’ 300 ha/klaster dengan melibatkan
144.000 KK atau 576.000 orang. Biaya dari pengembalian CSR pase ke-2 oleh petani peserta terdahulu.

4.6 Pada tahun 2016 tersebut akan dihasilkan singkong Darul Hidayah atau Manggu sebanyak 1.200 Klaster x 300 ha x 100 ton/ha = 36 juta ton singkong basah atau setara dengan 12 juta ton chips singkong Setara dengan 9,6 juta tong tepung singkong/Mocaf.

4.7 Apabila harga chips a’Rp 2.000/Kg, maka akan ada uang beredar sekitar Rp 24T ditambah peredaran uang dari hasil penjualan 9,6 juta ton mocaf (1 kg chips = 0,8 kg mocaf) a’ Rp 3.500/kg sekitar Rp 33,6 T. Sehingga total uang beredar pada akhir GERNAS SSB (thn 2016) akan mencapai Rp 57,6 T.

4.8 Jadi pada tahun th.2016 dana beredar di lingkup petani peserta klaster di seluruh Kabupaten/Kota di 33 Provinsi sebesar Rp 57,6 Triliyun (dari dana awal Rp 6 Triliyun) dan dapat mensejahterakan 144.000 KK petani atau 576.000 jiwa ( 1 KK petani terdiri 4 orang, ayah, ibu dan 2 anak).

Dengan dicanangkannya Gerakan Nasional Singkong Sejahtera Bersama ( GERNAS SSB ) phase I, 2012-2016, maka penanganan singkong diseluruh tanah air secara profesional akan dapat mensejahterkan rakyat Indonesia dan Ketahanan Pangan Nasional semakin kuat. Apabila seluruhnya memproduksi mocaf akan dihasilkan 9,6 juta TON MOCAF dan sebagian dapat dicampur dengan tepung terigu sehingga dapat mengurangi impor gandum. Penghematan devisa nasional. Sisa mocaf untuk expor.

GERNAS SSB phase I, 2012-2016 dengan biaya Rp 6 Triliyun menjadi Rp 57,6 T dan secara kumulatif 2013-2016 dapat mensejahterakan 270.000 KK petani atau 1.080.000 jiwa ( 1 kk terdiri dari 4 orang : ayah, ibu dan 2 anak ). Belum termasuk multiplier effect dari bisnis singkong dan produk sampingannya (bibit, pakan ternak dan pupuk organik), diperkirakan akan mensejahterakan diatas 3 juta orang dan uang beredar akan mencapai lebih dari Rp 100 Triliyun.

Bogor, 15 Desember 2012
Masyarakat Singkong Indonesia
Dewan Pimpinan Nasional (DPN)
Ketua Umum
H. SUHARYO HUSEN, BSC, SE, MBA




Rakernas MSI 2012 Menetapkan H. Suharyo Husen Ketua Umum Menggantikan Marwah Daud Ibrahim
Bogor, MSI-News.  Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) yang diadakan tanggal 1 Desember 2012 di Pondok Ratna, Tapos Bogor dihadiri oleh sekitar 60 orang dari pengurus MSI Pusat, MSI Daerah,. MSI Propinsi : MSI Jawa Barat; MSI Kaltim; MSI Kalteng , MSI Aceh dan MSI Lampung; MSI Kabupaten : MSI Cianjur, MSI Sukabumi, MSI Majalengka, MSI Subang, MSI Kutai Kertanegara, MSI Kutai Timur; MSI Bogor; 


RAKERNAS MASYARAKAT SINGKONG INDONESIA- 1-12-2012

Pejabat Kementerian Pertanian yang hadir adalah Direktur Jenderal Pertanian Tanaman Pangan, Direktur Aneka Umbi dan Aneka Kacang, dan Kabid. Aneka Umbi. Hadir pula beberapa pengusaha dari PT. Cassava Indonesia; PT. AKPI, PT Pupuk Indonesia; PT. Simax Pangan. PT Indofood Sukses Makmur/ Bogasari dan Sekjen Masyarakat Standardisasi Indonesia (MASTAN) serta undangan termasuk petani singkong dari Cianjur, Bogor dan Sukabumi, demikian info dari Ketua Panitia Yoyok Wastoyo.


Rakernas dibuka secara resmi oleh, Direktur Jenderal Pertanian Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Ir. Anggoro. Didalam rapat tersebut peserta mengusulkan agar segera diadakan perombakan dan perbaikan kepengurusan MSI Pusat.  Ini dipelopori oleh Ketua dan Sekjen MSI Jawa Barat yang secara aklamasi didukung oleh semua yang hadir.

Banyak dari yang hadir langsung menyebut nama H. Suharyo Husen untuk menjadi Ketua Umum MSI Pusat menggantikan Marwah Daud Ibrahim. Tapi keputusan akhir tetap ada pada Pengurus MSI Pusat yang hadir. Akhirnya Pengurus MSI Pusat sepakat menerima usul dari peserta Rakernas dan memutususkan membentuk TIM FORMATUR 5 ORANG yaitu H. Suharyo Husen (Ketua formatur), Prof. Moh. Winugroho (anggota), Dr. Thamrin D. Chaniago (anggota), Yoyok Wastoyo (anggota) dan Ir. Susilohadi (anggota).

Selesai Rakernas, Tim Formatur 5 orang dengan mengambil tempat di Ruang Kantor MSI Pusat langsung mengadakan rapat Formatur dan dalam waktu kurang dari setengah jam Pengurus MSI Pusat Periode 2012-2015 ( Februari ) telah dapat menyusun Susunan Dewan Pengurus MSI Pusat yang baru. 


WORKSHOP

Rakernas Masyarakat Singkong Indonesia didahului oleh Workshop tentang GERNAS SSB disampaikan oleh H. Suharyo Husen, Ketua MSI PUSAT, kemudian Ir. Encep Saefuddun , menyampaikan presentasi tentang industri Modified Cassava Flour (MOCAF), dan Sutrisno (Pengusaha) menyampaikan presentasi tentang Industri Pupuk Organiak untuk tanaman singkong.
Diskusi berjalan lancar, seputar pengadaan bahan baku singkong untuk industri mocaf masih sulit karena bersaing dengan pembeli yang kuat seperti Indofood untuk Kripik, dari Pabrik Tapioka di Lampung yang berani beli singkong relatif mahal antara Rp 1.200-Rp1.800/Kg. Tentang Permodalan masih sulit untuk memulai pembangunan Klaster (MSI Cirebon). 

MSI Kalteng menginformasikan bahwa lahan siap untuk tanam singkong ada 30.000 Ha milik para petani anggota MSI Kalteng dan minta diperhatikan untuk mendapat bantuan modal dari CSR BUMN dan dari Luar Negeri kalau ada, misalnya dari Korea Selatan dan Amerika; 

MSI Kaltim menginformasikan tentang telah mulai berjalannya pembangunan 1 (satu) klaster 300 Ha di Kutai Kertanegara dan menginformasikan telah mulainya beroperasi pabrik Tapioka di Samarinda, dan menginformasikan telah terbentuknya susunan Masyarakat Singkong Indonesia Kaltim yang baru dengan Ketua ISMAN SALADIN, menggantikan H. Hasan Basri(Alm), Ketua MSI Kaltim sebelumnya yang baru saja meninggal dunia dan diberi gelar oleh mereka sebagai‘Bapak Singkong Kaltim’.  (SH/Rhp)


Adapun Susunan Dewan Pengurus MSI Pusat yang baru.  adalah sebagai berikut:

SUSUNAN DEWAN PENGURUS MSI PUSAT PERIODE 2012- 2015 
NO. 02/MSI-PUSAT/XII/2012

SUSUNAN PENGURUS MASYARAKAT SINGKONG INDONESIA ( MSI ) BERDASARKAN RAPAT KERJA MSI 2012 PADA TANGGAL 1 DESEMBER 2012 BERTEMPAT DI KANTOR MSI PUSAT JL. RAYA TAPOS NO.10, RT 01/ RW 02, KP. CUKANGGALEUH 1, DS. JAMBULUWUK, KECAMATAN CIAWI, KABUPATEN BOGOR 16720 , JAWA BARAT.

KETUA UMUM : H. SUHARYO HUSEN, BSC, SE, MBA.

KETUA : PROF.DR.IR.MOHAMMAD WINUGROHO, MSC.
KETUA ; DR. DRH. THAMRIN S. CHANIAGO MSC.

SEKRETARIS JENDERAL : YOYOK WASTOYO BA.
SEKRETARIS : IR. H. MIFTAH MM.

BENDAHARA UMUM : SUTRISNO HADI
BENDAHARA : NONI SOPINA

KEPALA BIDANG LITBANG : IR. SUSILOHADI , HP: 0817780551
KEPALA BIDANG IT DAN KOMUNIKASI : IR. RHINO HAMUQ PRANAPATI.
KEPALA BIDANG PERIZINAN DAN PROTOKOL : DRS. SUGIYANTO

SEKRETARIAT :
AGUS SETIAWAN , IT
HARIS BISRI , STAF SEKRETARIAT
WAWAN, PEMBANTU UMUM

PENGAWAS :
HJ. RATNA SUNINGSIH.
JAYA JUMANTARA.

Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Perkembangan Klastering Agroindustri Singkong


Singkong atau ketela pohon adalah komoditas internasional, produk-produk berbasis singkong telah diperdagangkan di dunia internasional. Dan singkong memiliki kelebihan multifungsi antara lain dapat dipergunakan sebagai bahan pangan, pakan ternak, energi, plastik organik, parmasi, kertas, industri lainnya.
Di Indonesia budidaya singkong relatif mudah dan banyak dilakukan oleh para petani, karena tanaman singkong dapat tumbuh disemua tipe tanah (dataran tinggi, dataran rendah) dan tanaman singkong tidak banyak penyakitnya.
Singkong dan produk-produk berbahan baku singkong sangat dikenal masyarakat luas dan telah menghidupi keluarga petani dalam jumlah besar. Singkong sebagai bahan baku pangan non beras dan non gandum adalah salah satu komoditas penting pendukung diversifikasi pangan.
Dalam menghadapi krisis pangan dan energi, serta mendukung program ‘Feed Indonesia-Feed The World’, Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) telah membuat beberapa program kerja, antara lain dengan proyek ’Peningkatan Pendapatan petani melalui pengembangan klastering Industri Singkong’ hal ini disampaikan oleh Ketua MSI H. Suharyo Husen dan DR. Marwah Daud Ibrahim pada acara Rountable singkong dan aneka tepung, diskusi Masyarakat Singkong Indonesia bersama KADIN Indonesia di Jakarta (8/7).
Klastering Agroindustri Singkong sasarannya adalah Petani, Buruh tani, Pemuda/pemudi tani dengan target pendapatan Rp 5 juta s/d Rp 15 juta per bulan, menggunakan varietas singkong Darul Hidayah dan Mangu Super yang produktivitasnya diatas 100 ton/hektar
Lahan yang digunakan untuk 1 kluster adalah 300 Ha, terdiri dari 120 KK, 1 Keluarga petani menggarap 2,5 Ha. Dan di setiap kulster dibangun pabrik industri pengolahan singkong, antara lain pabrik mocaf, tapioka dan lain-lain.
Saat ini Masyarakat Singkong Indonesia sudah terbentuk di 10 Propinsi Dengan melaksanakan proyek klustering Agroindustri singkong, target MSI tahun 2015 adalah:
1. Petani tidak menjual singkong segar lagi
2. Petani menjual produk olahan singkong (seperti Mocaf)
3. Tidak ada lagi pertanyaan ” Berapa harga singkong?’ yang ada ”berapa harga chips, mocaf, tapioka ?

3 comments:

  1. Assalamu Alaikum. slamat siang....
    saya tertarik dengan tanaman singkong ini dan saya berniat membuka bisnis singkong di daerah saya... namun saya masih bingung dimana mendapatkan bibit dan dimana untuk di pasarkan ......

    tolong info segera... 0823 9545 5115..

    by. Muh. ahzab subianto
    SULAWESI TENGGARA - BUTON

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trima Kasih pak Azam,
      untuk mendapatkan bibit singkong gajah dan masalah pemasarannya, pak azam dapat menghubungi kami di No tlp. 08125518072. atau 081346319045

      Salam Singkong Sejahterah Bersama....

      Delete
  2. semangat membangun kemandirian masyarakat dengan singkong by dwitelo.wordpress.com

    ReplyDelete